Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016, Apa Saja yang Dibahas?

Categories : BERITA

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016 – Pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016 ini, terasa berbeda. Ada beberapa elemen perubahan dibandingkan pelaksanaan RNPK pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ada banyak hal yang kami rasa berbeda dibanding sebelumnya. Elemen perubahan meliputi subtansi, narasumber, peserta, hingga mekanisme pelaksanaan,” ujar Didik Suhardi, Ketua Panitia RNPK di Gedung Garuda, Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sawangan, Depok, Minggu malam, (21/2/2016).

Pertama, pada subtansi, Panitia RNPK memasukkan pembangunan karakter, termasuk di dalamnya membangun daya imajinasi dan kreativitas, ditambah penguatan akuntabilitas melalui pencegahan penyimpangan pelaksanaan program dan anggaran. Kedua, narasumber yang diundang lebih variatif, yaitu terdiri dari LSM, perusahaan multinasional sampai gerakan peduli pendidikan. Alasannya, Kemendikbud ingin memperoleh masukan dari perspektif lain tentang bagaimana membangun pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016

Ketiga, peserta yang diundang terdiri dari berbagai lembaga seperti organisasi guru, organisasi masyarakat yang terkait dengan pendidikan, seperti Perguruan Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Al Maarif Nahdlatul Ulama, dan penggiat pendidikan lainnya.

“Kontribusi mereka dalam pendidikan tidak diragukan lagi, dan hari ini kita ingin mengajak mereka dalam proses dialog besar, agar kita bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pemangku kepentingan dan lainnya,” ujar Didik, yang merupakan Sekretaris Jenderal Kemendikbud ini.

Keempat, pelaksanaan RNPK tahun ini akrab dengan teknologi informasi dan komunikasi. Misalkan, saat menggelar pendaftaran RNPK, panitia memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga lebih efektif dan efisien.

“Kita buatkan website yang bisa diakses oleh semua orang. Mereka dapat mengetahui materi yang dibahas. Bahkan, seluruh hasil diskusi nanti akan ditampilkan dalam bentuk infografis, yang ringkas dan informatif,” tambah Didik. “Selain itu, peserta juga didorong agar lebih berpartisipasi dengan pendekatan yang persuasif dan dibantu dengan TIK yang lebih baik.”

Kelima, Panitia RNPK juga mengundang motivator. “Harapan kami, Rembuknas ini bisa berjalan dengan dinamis dan berkualitas. Dan, kami harapkan bapak/ibu peserta Rembuknas dapat aktif mengikuti kegiatan, sehingga semua merasa terlibat dalam pengambilan keputusan,” pungkas Didik Suhardi.*

sumber

Comments

comments

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2016, Apa Saja yang Dibahas? | admin | 4.5